Bakti Sosial SD Inpres Layang Bertingkat di Panti Asuhan Mardiyah
Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 13/03/2026 — Bakti sosial SD Inpres Layang Bertingkat di Panti Asuhan Mardiyah menjadi ajang menanamkan karakter peduli dan empati kepada siswa sekaligus menyambut Ramadhan 1447 H dengan berbagi kepada anak yatim.
Suasana Hangat Bakti Sosial SD Inpres Layang Bertingkat
Suasana haru dan keakraban terasa sejak rombongan UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat memasuki Panti Asuhan Mardiyah di Makassar.
Kedatangan mereka disambut puluhan anak asuh dan pengurus panti yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan bakti sosial bertema “Kepedulian Kepada Sesama adalah Kebahagiaan Kita Bersama”.
Kegiatan digelar pada Selasa, 10/03/2026, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Rombongan sekolah dipimpin langsung Kepala UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat, Muh. Saleh, S.Pd., M.Pd., yang hadir bersama guru, staf, serta perwakilan orang tua siswa.
Sejak pagi, para siswa tampak sibuk membantu guru menata aneka paket bantuan yang akan diserahkan kepada pihak panti.
Mereka menyusun beras, minyak goreng, telur, mi instan, dan perlengkapan kebersihan di sudut ruangan sebelum dibawa ke area penyerahan bantuan.
Selain kebutuhan pokok, pihak sekolah juga mengemas sejumlah kebutuhan harian lain yang dinilai penting untuk mendukung aktivitas anak-anak panti dalam beberapa pekan ke depan.
Para orang tua siswa sebelumnya telah diajak berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezeki demi menyukseskan kegiatan berbagi ini.
Dukungan tersebut membuat jumlah paket bantuan yang terkumpul cukup banyak sehingga diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan Panti Asuhan Mardiyah menjelang Ramadhan.
Di sela persiapan, guru-guru juga menjelaskan kepada siswa mengenai tujuan kegiatan bakti sosial dan pentingnya kepekaan terhadap sesama yang membutuhkan.
Langkah ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang selama ini terus didorong pihak sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat menegaskan bahwa bakti sosial bukan sekadar agenda tahunan.
Menurut dia, kegiatan seperti ini dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh dengan rasa empati yang kuat.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika kita mampu memberi dan berbagi.” kata Muh. Saleh.
“Melalui momen seperti ini, nilai gotong royong, kepedulian, dan kasih sayang kami tanamkan agar tertanam kuat dalam diri mereka sejak dini.” lanjutnya.
Muh. Saleh menambahkan, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman nyata kepada siswa agar nilai yang diajarkan di kelas tidak berhenti pada teori.
Dengan mengunjungi panti asuhan dan berinteraksi langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami situasi orang lain yang hidup dengan keterbatasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki untuk mendukung kegiatan sosial tersebut.
Tanpa partisipasi aktif orang tua dan masyarakat sekitar, kegiatan bakti sosial seperti ini akan sulit berjalan maksimal.
Pihak sekolah berkomitmen menjadikan program kepedulian sosial sebagai salah satu agenda rutin.
Tujuannya agar budaya berbagi terus hidup di lingkungan SD Inpres Layang Bertingkat dan menjadi karakter kuat bagi peserta didik ketika dewasa kelak.
Prosesi penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh haru.
Perwakilan siswa bersama kepala sekolah secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada pengurus Panti Asuhan Mardiyah di depan para anak asuh.
Beberapa siswa tampak gugup sekaligus bangga ketika berdiri di depan untuk ikut menyerahkan bantuan.
Momen ini menjadi pengalaman baru bagi mereka, terutama bagi yang baru pertama kali mengunjungi panti asuhan.
Perwakilan pengurus panti mengaku terharu atas kepedulian keluarga besar SD Inpres Layang Bertingkat yang datang dengan wajah ceria, membawa bantuan sekaligus semangat baru bagi anak-anak panti.
“Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan.” ujar perwakilan pengurus Panti Asuhan Mardiyah.
“Kami merasa sangat diperhatikan dan bersyukur atas ketulusan keluarga besar SD Inpres Layang Bertingkat yang telah datang berbagi di tempat ini.” sambungnya.
Beberapa pengurus panti tampak menyeka air mata saat menyampaikan ucapan terima kasih di hadapan para siswa dan guru.
Mereka menjelaskan, dukungan sembako dan kebutuhan harian seperti ini membantu meringankan beban operasional panti yang setiap hari menanggung kebutuhan puluhan anak.
Di sisi lain, kehadiran para siswa memberi suasana berbeda bagi anak-anak panti yang sehari-hari lebih banyak berkegiatan di lingkungan internal.
Hari itu, ruangan panti dipenuhi tawa, sapaan, dan cerita pendek yang saling dipertukarkan antara siswa dan anak asuh.
Setelah penyerahan bantuan, rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin salah satu guru agama SD Inpres Layang Bertingkat.
Seluruh peserta yang hadir, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga pengurus panti, duduk rapi memanjatkan doa agar kegiatan ini membawa keberkahan.
Dalam doa tersebut, mereka memohon kelancaran dalam menjalani ibadah Ramadhan yang akan segera tiba.
Mereka juga mendoakan kesehatan dan kekuatan bagi para pengurus panti yang setiap hari mendampingi anak-anak yatim dan kurang mampu.
Suasana ruangan yang semula riuh perlahan berubah menjadi khusyuk.
Anak-anak menundukkan kepala dengan tenang, sementara sebagian lainnya terlihat menyimak setiap kalimat doa yang dilantunkan.
Meski sederhana, momen ini memberi kesan mendalam bagi banyak siswa yang jarang mengikuti doa bersama di luar lingkungan sekolah atau rumah ibadah.
Usai doa, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara keluarga besar SD Inpres Layang Bertingkat dan anak-anak Panti Asuhan Mardiyah.
Beberapa siswa terlihat masih bercengkerama dan enggan berpisah dengan teman-teman baru mereka di panti.
Guru kemudian mengarahkan mereka kembali ke rombongan untuk bersiap pulang.
Bakti sosial SD Inpres Layang Bertingkat di Panti Asuhan Mardiyah menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak yang membutuhkan.
Melalui kegiatan berbagi sembako dan doa bersama menjelang Ramadhan 1447 H, siswa tidak hanya belajar memberi, tetapi juga memahami arti kebersamaan dan kepedulian yang akan mereka bawa hingga dewasa.
Diharapkan, program seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi sekolah lain di Makassar untuk melakukan kegiatan serupa demi memperkuat budaya saling membantu di tengah masyarakat.



