Berbasis Pengabdian, LP2M UNM Makassar Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Laut menjadi Produk bernilai Ekonomis

Pojoksulsel.com, Makassar — Pusat Penelitian Gender dan Anak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar, Rabu (14/5) kemarin.

Kegiatan berbasis pengabdian tersebut bertujuan untuk peningkatan keterampilan dan kreativitas perempuan pesisir dengan cara mengikuti pelatihan teknis dalam mengolah limbah laut menjadi produk kerajinan yang inovatif dan bernilai jual tinggi bagi masyarakat, khususnya perempuan pesisir.

Ketua Peneliti sekaligus Kepala Pusat Penelitian Gender dan Anak (PPGA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) UNM, Dr Erma Suryani Sahabuddin, M.Si mengatakan pemberian edukasi kepada masyarakat pesisir khususnya perempuan ini dengan mengikuti pelatihan teknis dalam mengolah limbah laut menjadi produk kerajinan yang inovatif dan bernilai jual tinggi.

“Ini sebagai bagian dari komitmen Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam mewujudkan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, “ujarnya pada awak media Jumat (16/5).

Selain itu Dr Erma menegaskan salah satu tujuan utama dari program ini adalah memperkuat kolaborasi dan jaringan antar berbagai pihak

“Pengabdian ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membangun kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan pelaku industri kreatif, “sebutnya,

Masih menurutnya, dengan kolaborasi yang erat, program ini dapat lebih terarah, berkelanjutan, dan membuka peluang pemasaran lebih luas bagi produk dan inovasi masyarakat lokal.

“Kami percaya bahwa membangun kemitraan yang kuat adalah kunci dalam memastikan keberlanjutan program pengabdian masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, kami ingin menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan, “jelas wanita kelahiran Bantaeng ini.

Selanjutnya ia berharap program ini dapat mendorong penguatan peran perempuan dan anak dalam pembangunan ekonomi desa, sesuai dengan misi PPGA UNM dalam pemberdayaan kelompok rentan. Dengan adanya pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat pesisir, terutama di Desa Laikang, Kabupaten Takalar, dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global dan meningkatkan daya saing mereka.

“Kesuksesan program ini tidak terlepas dari sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam berbagai aspek. Ke depan, UNM berharap pengabdian masyarakat terpadu ini dapat diperluas ke lebih banyak daerah, sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu menciptakan perubahan sosial yang lebih besar, “pungkasnya

Sementara itu Kepala Desa Laikang, Nursalim sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan terhadap kegiatan Pengabdian Masyarakat Terpadu UNM di wilayahnya.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat terpadu oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) di desa kami, “kata Nursalim

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat, membawa manfaat besar dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat. Keberadaan para dosen pengabdi  dan mahasiswa UNM yang terjun langsung ke lapangan memberikan dampak positif yang nyata, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan serta pengetahuan masyarakat, “tambah Kades Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan ini.

Dengan adanya  program di desa Laikang, Nursalim berharap agar kolaborasi antara pemerintah desa dan UNM terus terjalin dengan baik di masa yang akan datang.

“Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan kegiatan ini. Semoga program Pengabdian Masyarakat Terpadu terus berkembang dan mampu menjadi motor perubahan positif bagi masyarakat Desa Laikang dan wilayah Takalar secara keseluruhan terutama dalm hal memanfaatkan limbah laut yang berupa kerang yang tidak bernilai ekonomis menjadi barang berharga dan bernilai jual tinggi, “tutup Kades Laikang Nursalim.

Adapun Personil dari pelaksana PKM tersebut adalah, Ketua : Dr. Erma Suryani Sahabuddin,M.Si, Dr. Mohammad Ahsan S. Mandra, ST, MT, Dr. Rika Riwayani, S.Pd, M.Hum. dan Dr. Ir. H. Faizal Amir, M.Pd. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup