Bocor Rekaman Suara Diduga Pengaturan Proyek di Bantaeng, Frasa ‘Bupati’ 5 Kali Disebut

Ilustrasi.

BANTAENG, PojokSulsel – Rekaman suara dugaan pengaturan proyek di Kabupaten Bantaeng bocor di ruang publik. Rekaman sambungan seluler tersebut disinyalir berlangsung pada penghujung 2025 kemudian viral di awal 2026 ini.

Rekaman percakapan itu merupakan panggilan telepon dari pria bernama Alwi kepada Direktur PDAM Tirta Eremerasa Bantaeng, Suwardi, membahas soal pengaturan proyek konstruksi.

Dalam rekaman suara viral berdurasi empat menit itu, terdengar frasa Bupati disebut sebanyak lima kali. Penelepon menyebut kata Bupati sebanyak dua kali, sedangkan Suwardi menyebut tiga kali.

Kali pertama kata Bupati dilontarkan oleh penelepon Alwi, yang meminta validasi kepada Suwardi bahwa penyelesaian persoalan proyek konstruksi atas perintah orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng itu.

Alwi: Bilang itu perintah bupati ustaz dih?

Frasa berkaitan dengan Bupati kali kedua terdengar dalam rekaman percakapan itu saat Suwardi memberi umpan balik atas pertanyaan dari Alwi.

Suwardi mengisyaratkan bahwa proyek yang dipersoalkan itu sudah ada pengaturan dari Bupati.

Suwardi: Iye, ya jadi maksudku anu, itu program kan bupati cuma bilang, kasi pak Alwi sama pak Hakim, cuma itu yang TK terlanjur dari dulu ji dikasi pak Hakim, begitu.

Selanjutnya Alwi kembali mengutarakan bahwa proyek tersebut sedianya dikerjakan olehnya lantaran sudah ada janji dari Bupati.

Lalu Suwardi memberi tanggapan dan menyebut kata Bupati sebanyak dua kali. Dalam rekaman, Suwardi mengisyaratkan bahwa proyek yang dipersoalkan ini, diduga sudah ada pengaturan terlebih dahulu diberikan kepada orang lain tanpa sepengetahuan Bupati.

Alwi: Iye ustaz kan ku tanya maki juga alasanku kenapa ini ku keras selama ini karna pak Bupati sendiri yang kasi bapakku, cuman, makanya, ku tanyaki…

Suwardi: cocokmi itu pak bupati yang kasi. Ternyata setelah kita laporkan semua di pak bupati, diperhadapkan toh, tidak na tauki bilang adami yang dikasi di situ. Itu maksudnya.

Berikut Percakapan Lengkap rekaman telepon antara Suwardi dengan pria yang disebut bernama Alwi

Alwi: Halo, Assalamualaikum ustaz

Suwardi: ya halo, assalamualaikum, ya Alwi?

Alwi: ih, di manaki ? Ributki

Suwardi: Di anu, di pasar malam, bawa Uwais main-main

Alwi: Iye ustaz, begitu mo ku tanyakan Bapakku yang kita’ bilang

Suwardi: iye, iye

Alwi: Bilang itu perintah bupati ustaz dih?

Suwardi: Iye, ya jadi maksudku anu, itu program kan bupati cuma bilang, kasi pak Alwi sama pak Hakim, cuma itu yang TK terlanjur dari dulu ji dikasi pak Hakim, begitu. Dia memang dari dulu didata. Anu maki dulu, itu mo di atas yang di anu, di apa, kalau mau memang kerja toh. Di Lannying Alwi.

Alwi: oh iye, oh iye ustaz

Suwardi: Ambil mi kerja itu pagar sama tamannya. Sebenarnya dari keuntungannya juga itu lebih gampang itu.

Alwi: Oh iye ustaz

Suwardi: cuma resikonya ji itu Alwi kayaknya nyeberang itu pencairannya, bulan-bulan tujuh pi itu paling cepat. Jadi kalaupun selesai dikerja bulan 12 itu pembayarannya bulan 7 pi, paling cepat mi itu.

Alwi: oh iye ustaz, iye ustaz.

Suwardi: Begitu itu rata-rata sekarang saya lihat proyek dia nyeberang

Alwi: Oh iye ustaz. Ku sampaikan dulu pale Bapakku ustaz kah ini pulang mi salat isya ustaz bilang…

Suwardi: iya , tapi kalau ada di anu, maksud saya, itu saya bilang, mauki langsung ki saja dikasi 40 sampai 50, bisa tonji.

Alwi: Oh iye siap siap ustaz, ku koordinasikan pale dulu sama bapakku dulu ustaz

Suwardi: Tidak mi dikerja, nanti tim ini saja yang kerja i. Artinya langsung maki terima gaji, kah biar bulan-bulan ini mungkin bisa maki dikasi kalau dia sudah deal toh, dikasi maki itu yang angka 40 atau 50, 40 sampai 50 jutalah toh, bisa maki langsung dikasi cash itu yya. Anu ji ini karena kita tidak mau anu, ada ribut-ribut toh, karna kapan ribut-ribut, bertengkar ki, baru pak Hakim juga mengancam toh, jadi nda enak, maksudnya bagaimanalah diamankan.

Alwi: Iye ustaz kan ku tanya maki juga alasanku kenapa ini ku keras selama ini karna pak Bupati sendiri yang kasi bapakku, cuman, makanya, ku tanyaki…

Suwardi: cocokmi itu pak bupati yang kasi. Ternyata setelah kita laporkan semua di pak bupati, diperhadapkan toh, tidak na tauki bilang adami yang dikasi di situ. Itu maksudnya. Nah itu kalau terlanjur sudah maki bicara, komitmen sama orng kan tidak enak juga, na kungngi Sallang masa bicara pinruang pintalluki, lebbakka nisare, nisareangise tau maraenga….

Alwi: oiye siap siap ustaz….

Suwardi: …. itu, sebenarnya toh. Kalau yang di atas sudah diamankan, nda adaji masalah kalau yang di atas. Jadi tanya bapak ta itu, bilang itu ada penyampaiannya, kalau mau keuntungan saja dia pasti kasi, cuma memang itu ji kalau saya iyya, pertimbangan ta, itu pencairannya itu dia nyeberangi, rata-rata semua nyeberang ke bulan 7, paling cepat mi itu dibayar itu.

Alwi: Bagaimana itu ustaz na bulan satu menikah a, na itu dikasika juga menyeberang tahun juga.

Suwardi: Tidak bisa. Yang jelas intinya itu tidak bisa, pasti nyeberang ki ke bulan 7, begitu itu semua pembayarannya. Jadi pembayaran untuk proyek tahun ini dibayarkan nanti di bulan tujuh paling cepat kalau selesai pengurusan BPK. Makanya, kalau saya Alwi, lebih enakki kalau memang anuji, itu mo yang 50 dia cashki, anre’mo nasusaiki sebenarnya.

Alwi: Oiye ustaz nanti saya sampaikan dulu ke Bapakku pale….

Suwardi: … Anremo nisusaiki ceritanya kerjai dih. Anremo nasusah langsung mami, bisa disiapkan mungkin bulan-bulan ini, ituemudahkanji itu dilu karena anu, kota nda mau ribut-ribut di lapangan ini kah penghujung anu tommi, finalisasi.

Alwi: Ooye siap siap ustaz siap…

Suwardi: dih, diskusikan maki dulu, jadi nanti kabarima bagaimana yang terbaik toh

Alwi: Saya diskisikan pale dulu ustaz

Pasang Iklan Pojok Sulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup