Pojoksulsel.com

Update Kabar Hits Sulsel, Langsung di Pojoksulsel.com

News

Mudik Gratis Sulsel 2026, Jasa Raharja Berangkatkan 250 Pemudik

Mudik Gratis Sulsel 2026, Jasa Raharja Berangkatkan 250 Pemudik. Dok ist.

PojokSulsel.com, Makassar, Senin, 16/03/2026 — Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat menyiapkan 11 unit bus untuk mengangkut 250 pemudik dalam program mudik gratis Idulfitri 2026 yang dilepas di kawasan CPI Makassar sebagai bagian dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan sejumlah BUMN dan BUMD.

Jasa Raharja Ambil Bagian dalam Mudik Gratis Sulsel

Program mudik gratis Lebaran 2026 di Sulawesi Selatan kembali digelar dengan melibatkan pemerintah daerah bersama sejumlah mitra BUMN dan BUMD.

Dalam skema itu, Jasa Raharja Sulselbar menjadi salah satu pihak yang menyiapkan armada khusus untuk memberangkatkan pemudik ke beberapa daerah tujuan.

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulselbar, Mulyadi, mengatakan partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menghadirkan perjalanan pulang kampung yang lebih aman menjelang Idulfitri.​

Menurut dia, mudik bukan hanya perjalanan tahunan, tetapi juga momen emosional ketika banyak orang ingin kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.​

Karena itu, dukungan transportasi yang aman dinilai penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi saat arus mudik meningkat.

“Dalam rangka pelepasan mudik gratis tahun 2026, kolaborasi pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dengan Jasa Raharja, Pertamina Patra, Kima, Bulog, Semen Tonasa, dalam keadaan sehat walafiat,” kata Mulyadi.​

Pelepasan peserta mudik gratis dilaksanakan di kawasan CPI Makassar pada Senin, 16/03/2026.

Titik keberangkatan ini memang menjadi pusat pelaksanaan program mudik gratis Pemprov Sulsel tahun ini.

Dalam program tersebut, Jasa Raharja Sulselbar menyiapkan 11 unit bus untuk mengangkut sekitar 250 pemudik.

Rute yang dilayani Jasa Raharja mengarah ke Palopo, Masamba, hingga Malili.

Jumlah ini menjadi bagian dari gelombang mudik gratis yang lebih besar dari Pemerintah Provinsi Sulsel.​

Secara keseluruhan, program Pemprov Sulsel pada 16 Maret 2026 memberangkatkan 500 pemudik dengan 13 armada bus pada sejumlah trayek utama dari Makassar.​

Di luar itu, kolaborasi dengan Jasa Raharja menambah kapasitas layanan angkutan mudik bagi warga yang ingin pulang tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

“Kami dari Jasa Raharja Kanwil Sulselbar menyiapkan 11 bus dengan pemudik sebanyak 250 orang. Sebagai wujud negara hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai tagline mudik, yaitu mudik aman, berbagi harapan,” ujarnya.​

Kalimat itu menegaskan posisi program ini bukan sekadar bantuan transportasi biasa.​

Ada pesan kuat bahwa keselamatan perjalanan menjadi fokus utama selama periode Lebaran.

Mulyadi menjelaskan, setiap musim mudik selalu diiringi lonjakan mobilitas masyarakat di jalan raya.​

Kondisi itu otomatis meningkatkan potensi kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan jika seluruh perjalanan bergantung pada kendaraan pribadi.​

Atas dasar itu, program mudik gratis diposisikan sebagai salah satu langkah pencegahan.​

Dengan mengalihkan sebagian pemudik ke moda angkutan bersama, tekanan di jalan raya diharapkan bisa berkurang.​

“Kita juga menyadari bahwa setiap musim mudik selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di jalan raya yang tentunya memiliki potensi resiko kecelakaan,” kata Mulyadi dalam sambutannya.​

Pernyataan ini sejalan dengan semangat program mudik gratis Jasa Raharja secara nasional yang mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan 2026”.

Artinya, orientasi program bukan hanya pada jumlah penumpang yang diberangkatkan.

Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan perjalanan yang lebih tertib, lebih nyaman, dan lebih aman.​

Program mudik gratis Sulsel 2026 tidak berjalan sendiri oleh satu instansi.

Skema ini dibangun lewat kolaborasi antara Pemprov Sulsel dengan sejumlah perusahaan dan lembaga, termasuk Jasa Raharja, Pertamina Patra Niaga, KIMA, Bulog, dan Semen Tonasa.

Model kerja sama seperti ini dinilai penting karena kebutuhan angkutan Lebaran selalu besar dan tidak mudah dijangkau bila hanya mengandalkan satu pihak.​

Dalam konteks itu, Jasa Raharja mengambil peran pada penyediaan armada bus untuk rute tertentu yang memang banyak diminati pemudik tujuan utara dan timur Sulawesi Selatan.

Kehadiran banyak mitra juga memberi ruang perluasan layanan.​

Sebagian perusahaan mendukung armada penumpang, sementara dukungan lain hadir lewat angkutan kendaraan roda dua, logistik, dan penguatan operasional program.​

Kerja sama lintas sektor semacam ini juga memperlihatkan bahwa mudik aman adalah urusan bersama.

Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari pelayanan publik yang didorong bersama dunia usaha dan BUMN.

Wujud kehadiran negara di momentum Lebaran

Mulyadi menilai program mudik gratis menjadi bentuk kehadiran negara yang paling terasa di tengah masyarakat menjelang hari raya.​

Bagi sebagian warga, ongkos perjalanan pulang kampung bisa menjadi beban tambahan saat kebutuhan rumah tangga sedang meningkat.​

Karena itu, program seperti ini tidak hanya membantu soal transportasi, tetapi juga memberi rasa tenang kepada pemudik.​

Di sisi lain, pemerintah daerah mendapat manfaat dari berkurangnya tekanan kendaraan pribadi pada jalur mudik.​

Efeknya tidak hanya pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada upaya menekan angka kecelakaan selama musim perjalanan Lebaran.​

Mulyadi pun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang memungkinkan program ini terlaksana.​

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan beserta jajaran, serta seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi menghadirkan program mudik gratis tahun ini,” pungkas Mulyadi.​

Pernyataan itu menutup pesan bahwa keberhasilan mudik gratis sangat ditentukan oleh soliditas kerja sama antarinstansi.

Keterlibatan Jasa Raharja Sulselbar dengan 11 bus dan 250 pemudik memperkuat program mudik gratis Sulsel 2026 sebagai upaya menghadirkan perjalanan Lebaran yang lebih aman dan terorganisasi.

Selain membantu masyarakat pulang kampung, program ini juga diarahkan untuk menekan risiko kecelakaan dan kepadatan lalu lintas dengan mendorong penggunaan angkutan bersama.​

Kolaborasi Pemprov Sulsel, BUMN, dan BUMD menjadi kunci agar manfaat program mudik gratis bisa menjangkau lebih banyak warga pada musim Lebaran tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup
Exit mobile version