Pesantren Kilat Ramadan SD Inpres Antang 21 Makassar 2026
Pojoksulsel.com, Makassar — Pesantren kilat Ramadan 1447 H digelar oleh UPT SPF SD Inpres Antang 21 Makassar sebagai bagian dari program pembinaan karakter keagamaan seluruh siswa di bulan suci Ramadan 2026.
Kegiatan yang diikuti siswa dari berbagai kelas ini berlangsung di ruang ibadah sekolah, dengan para peserta mengenakan pakaian muslim dan duduk rapi di atas sajadah sembari mengikuti materi keislaman yang dipandu guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Melalui program ini, sekolah menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, ibadah, dan kebersamaan kepada generasi penerus sejak usia dini.
Suasana Khusyuk di Ruang Ibadah Sekolah
Suasana berbeda tampak di SD Inpres Antang 21 Makassar selama pelaksanaan pesantren kilat.
Deretan sajadah tergelar rapi di lantai ruang ibadah, sementara para siswa, mulai dari yang baru mengenakan jilbab hingga yang sudah terbiasa hadir dalam pengajian, duduk khusyuk mendengarkan materi yang disampaikan para guru.
Siswa laki-laki dan perempuan mengikuti sesi bersama dengan tertib, mencerminkan kedisiplinan yang menjadi salah satu tujuan utama kegiatan ini.
Pesantren kilat atau yang dikenal pula sebagai sanlat (santri kilat) merupakan program pendidikan agama Islam intensif yang diselenggarakan khusus selama bulan Ramadan di lingkungan sekolah.
Berbeda dari pembelajaran PAI reguler di kelas, format sanlat lebih menekankan pembiasaan praktik ibadah secara langsung mulai dari tata cara wudu, shalat berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an yang dilakukan secara kolektif bersama seluruh warga sekolah.
Guru-guru SD Inpres Antang 21, termasuk guru PAI dan guru kelas, bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator selama kegiatan berlangsung, memastikan setiap materi tersampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh siswa dari berbagai jenjang kelas.
Membentuk Karakter, Bukan Sekadar Rutinitas
Pesantren kilat Ramadan di SD Inpres Antang 21 Makassar bukan sekadar agenda tahunan yang digelar demi memenuhi jadwal sekolah.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini merupakan ikhtiar nyata untuk menjawab tantangan pembentukan karakter siswa di era digital yang semakin kompleks di mana nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam spirit Ramadan menjadi fondasi penting yang perlu ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.
Ke depan, konsistensi program seperti ini diharapkan melahirkan generasi Makassar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam akhlak dan identitas keislamannya.

Leave a Reply Cancel reply