Rekaman Diduga Direktur PDAM Bantaeng Jadi Sorotan, Aktivis Minta APH Bergerak
BANTAENG, PojokSulsel — Rekaman suara yang diduga melibatkan Direktur PDAM Bantaeng dan seseorang bernama Alwi terkait pembahasan proyek mencuat ke ruang publik setelah beredar luas di media sosial pada Minggu (11/1/2026), memicu sorotan dan desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan.
Rekaman percakapan tersebut diduga terjadi melalui sambungan telepon pada penghujung Desember 2025. Dalam rekaman yang beredar, terdengar pembicaraan mengenai proyek tertentu yang disebut-sebut berkaitan dengan perintah Bupati Bantaeng, serta adanya penyebutan nominal uang yang dinilai sensitif.
Isu ini segera menuai reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari aktivis Bantaeng, Yudha Jaya. Ia menilai rekaman suara tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata dan perlu ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.
“Rekaman suara tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi Aparat Penegak Hukum. Apalagi dalam percakapan itu disebutkan angka atau nominal uang,” ujar Yudha Jaya saat dimintai tanggapan.
Menurut Yudha, penyebutan nominal dalam percakapan yang diduga melibatkan pejabat publik berpotensi mengindikasikan praktik yang melanggar hukum jika tidak dijelaskan secara transparan. Karena itu, ia mendorong aparat untuk segera melakukan penyelidikan awal guna memastikan tidak ada unsur penyimpangan.
“APH harus melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada indikasi korupsi di dalamnya,” katanya.
Yudha menegaskan, langkah cepat aparat penegak hukum diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan tata kelola pemerintahan daerah, termasuk badan usaha milik daerah, berjalan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.





