Usai Musda, PAN Pangkep Segarkan Pengurus dan Bahas Skema Pemilu

PANGKEP — DPD Partai Amanat Nasional Pangkep mulai menyusun kepengurusan baru pasca Musda 2025 dengan komposisi 70 persen generasi milenial dan Gen Z serta membuka opsi penerapan sistem pemilu terbuka dan tertutup.

Ketua DPD PAN Pangkep, Abd Rauf, mengatakan pembentukan kepengurusan baru tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan politik ke depan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam struktur dan kerja-kerja partai.

Ia menjelaskan, dominasi generasi milenial dan Gen Z diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam organisasi, memperkuat pola komunikasi yang lebih adaptif, serta memperluas jangkauan PAN ke berbagai segmen pemilih, khususnya kalangan muda.

Selain pembenahan struktur internal, PAN Pangkep juga mencermati dinamika sistem pemilihan legislatif yang tengah berkembang, baik sistem terbuka, tertutup, maupun hybrid. Menurut Abd Rauf, wacana tersebut perlu disikapi secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan karakter masing-masing daerah pemilihan.

“Sistem pemilihan yang berkembang saat ini apakah terbuka, atau tertutup. Ada opsi yang muncul, jika empat dapil, ada yang terbuka dan ada yang tertutup,” ujar Abd Rauf.

Ia menilai penerapan sistem yang berbeda di setiap dapil bertujuan menjaga kualitas kader partai sekaligus memastikan anggota DPRD yang terpilih memiliki kapasitas dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat.

“Untuk Pangkep, sistemnya bisa ada yang terbuka dan ada yang tertutup, supaya kualitas anggota DPRD dan kader partai itu bisa berkontribusi,” katanya.

Abd Rauf menambahkan, pada wilayah tertentu tingkat kesadaran politik masyarakat dinilai sudah cukup baik sehingga sistem terbuka masih relevan untuk diterapkan.

“Yang terbuka itu saya kira masyarakat sudah melek politik. Dapil 1 dan Dapil 2 di Pangkep sudah bisa terbuka seperti saat ini,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya penguatan kader di wilayah kepulauan. Abd Rauf mengaku lebih banyak turun langsung ke pulau-pulau sebagai langkah antisipasi sekaligus persiapan jangka panjang bagi PAN Pangkep.

“Saya banyak di pulau untuk memperkuat kader, untuk antisipasi dan mempersiapkan kader PAN yang berkualitas di sana,” ujarnya.

Langkah konsolidasi tersebut diarahkan untuk memastikan PAN Pangkep memiliki kader yang memahami karakter wilayah, dekat dengan masyarakat, serta siap berkompetisi dan berkontribusi sesuai kebutuhan daerah.

Pasang Iklan Pojok Sulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup