3.200 Peserta Ikuti Webinar BPSDM Sulsel, ASN Diingatkan Berani Tolak Gratifikasi
Pojoksulsel.com, Makassar, Kamis, 01/10/2026 — 3.200 peserta dari berbagai lembaga dan pemerintah mengikuti webinar ASN Adaptif Seri Ke-68 bertajuk Building Integrity: Berani Menolak Gratifikasi yang digelar BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan.
Webinar virtual ini membahas penguatan integritas ASN, termasuk pencegahan gratifikasi dan pemerasan dalam pelayanan publik.
Penguatan Integritas ASN
Prof. Muhammad Jufri, Kepala BPSDM Sulsel, menyampaikan pentingnya menjaga integritas agar kualitas layanan publik tetap terjaga.
“Salah satu harapan utama dalam ASN kita adalah terus menjaga integritas dan kualitas diri dalam menyelenggarakan layanan publik,” kata Jufri, Kamis, 01/10/2026.
Dia juga membagikan pelajaran dari Jimly Asshiddiqie tentang prinsip sederhana menjaga integritas.
“Ambil hakmu jangan melebihi dari yang semestinya dan lakukan kewajibanmu tidak kurang dari apa yang semestinya,” ungkap Jufri.
Pencegahan Gratifikasi dan Pemerasan
Harifuddin, Widyaiswara Ahli Madya, menekankan integritas sebagai keselarasan pikiran, perkataan, dan perbuatan.
“Integritas itu adalah keselarasan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kata kuncinya adalah jujur, konsisten, dan bertanggung jawab,” tegas Harifuddin, Kamis, 01/10/2026.
ASN harus berani menolak pemberian karena jabatan dan laporkan ke UPG atau KPK paling lambat 30 hari kerja.
Muhammad Jayadi menjelaskan bahwa pemerasan melibatkan penyalahgunaan kewenangan dengan tekanan untuk keuntungan tidak semestinya.
“Pemerasan bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi bentuk korupsi yang merusak keadilan pelayanan publik,” ujar Jayadi, Kamis, 01/10/2026.
Transparansi, akuntabilitas, dan digitalisasi layanan menjadi langkah penting untuk mencegah pemerasan.
Pesan Penutup
Webinar berakhir dengan pesan penting tentang keteladanan dan kejujuran, termasuk kisah Baharuddin Lopa yang disampaikan oleh Prof. Muhammad Jufri.
Keteladanan dan kejujuran menjadi fondasi utama ASN dalam menjalankan tugasnya.




