Jelang HUT RI ke-81, Warga Binaan Lapas Makassar Jahit Ratusan Bendera Merah Putih
Pojoksulsel.com, Makassar, Rabu, 12/08/2026 — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan warga binaan Lapas Kelas I Makassar, Sulawesi Selatan, menjahit ratusan bendera dan umbul-umbul merah putih. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus persiapan menyambut 17 Agustus.
Warga Binaan Menjahit Bendera
Sekitar 80 warga binaan bergotong royong menyelesaikan lembaran kain merah dan putih. Hasilnya akan digunakan untuk menghiasi lingkungan lapas selama rangkaian peringatan kemerdekaan.
Proses pengerjaan dimulai dari memotong kain, menyusun bahan, hingga menjahit secara teliti menjadi bendera dan umbul-umbul. Di antara warga binaan yang terlibat, Hamid (37) telah memiliki keterampilan menjahit sejak sekitar empat tahun menjalani pembinaan.
Bagi Hamid, menjahit bendera merah putih menjelang Hari Kemerdekaan memiliki makna tersendiri. Pekerjaan tersebut memberinya kesempatan untuk terus mengasah keterampilan yang diharapkan bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
Premi untuk Warga Binaan
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Mulyadi, mengatakan warga binaan yang mengikuti kegiatan produktif tersebut mendapatkan premi dari hasil pekerjaan. Premi dapat disimpan sebagai tabungan atau dikirimkan kepada keluarga di luar lapas.
“Atas hasil pekerjaannya, warga binaan tersebut mendapatkan premi yang dapat ditabung atau bisa pula dikirim kepada keluarga di luar lapas,” ujar Mulyadi.
Menurut Mulyadi, kegiatan menjahit tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berjalan sejak 2020 melalui kerja sama dengan perusahaan garmen. Program ini tidak hanya memberikan aktivitas produktif, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan sebagai modal ketika kembali ke masyarakat.
Pesanan dari Luar Lapas
Selain memproduksi atribut kemerdekaan berupa bendera dan umbul-umbul, unit garmen Lapas Kelas I Makassar juga menerima sejumlah pesanan dari luar lapas. Mulyadi menyebut unit tersebut telah mengerjakan pesanan jaket almamater dari sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
“Selain memproduksi atribut kemerdekaan, unit garmen Lapas Kelas I Makassar juga menerima pesanan jaket almamater dari sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
Melalui program ini, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan keterampilan kerja, pengalaman produksi, serta kesempatan membangun kemandirian ekonomi sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Leave a Reply Cancel reply