Pojoksulsel.com

Update Kabar Hits Sulsel, Langsung di Pojoksulsel.com

News

Mensos Buka Ruang bagi Warga Koreksi Data Bansos Bermasalah

Mensos Buka Ruang bagi Warga Koreksi Data Bansos Bermasalah

Pojoksulsel.com, Makassar, Rabu, 16/09/2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengoreksi data penerima bantuan sosial yang kurang tepat.

Kebukaan Ruang Koreksi Data Bansos

Saifullah Yusuf menyampaikan pernyataan tersebut saat kunjungan kerja Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Sulawesi Selatan.

Menurutnya kesalahan dalam data bansos masih dapat diperbaiki melalui sanggahan atau usulan kembali dari masyarakat.

“Kalau ada kesalahan desil, kita masih sangat memberikan kesempatan untuk lakukan sanggahan atau juga mungkin diusulkan kembali untuk mendapatkan bansos,” kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial, Rabu, 16/09/2026.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu menganggap data bansos sebagai sesuatu yang tidak dapat dikoreksi.

Setiap masukan akan ditindaklanjuti untuk memastikan data penerima semakin akurat.

“Kalau ada error itu tentu kita akan perbaiki bersama-sama. Sudah banyak yang error-error itu kita perbaiki,” ujarnya.

Mekanisme dan Partisipasi Masyarakat

Saifullah Yusuf mengatakan mekanisme koreksi kini dibuka lebih luas, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga masyarakat tingkat lingkungan dapat menyampaikan keberatan atau mengusulkan warga layak menerima bantuan.

“RT/RW bisa mengoreksi sekarang, kepala desa lewat operator desa boleh. Setiap orang boleh mengoreksi, boleh usul, boleh sanggah,” tegasnya.

Ia menjelaskan keterbukaan data tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran bansos.

Data yang dibuka kepada publik diharapkan dapat dikritisi dan dilengkapi dengan informasi dari masyarakat.

“Jadi jangan ini disalahpahami seakan-akan pemerintah tidak mau memperbaiki data. Justru kita yang membuka dan kita ingin memperbaiki data,” katanya.

Saifullah Yusuf menambahkan laporan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, juga ditelusuri oleh pemerintah.

Menurutnya laporan tersebut akan diverifikasi karena tidak semuanya memiliki informasi yang benar.

“Setiap penyampaian oleh masyarakat, terutama di medsos, semuanya kita tindak lanjuti. Yang benar kita carikan solusi, tapi banyak juga yang setengah benar, banyak juga yang hoaks,” ujarnya.

Hasil Pemutakhiran Data dan Harapan

Ia menyebut pemutakhiran data telah menghasilkan lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat baru dalam dua tahun terakhir.

Mereka sebelumnya disebut belum pernah menerima bansos.

“Kalau datanya akurat, maka sasarannya makin tepat, bansos diterima oleh mereka yang berhak,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup
Exit mobile version