Pojoksulsel.com

Update Kabar Hits Sulsel, Langsung di Pojoksulsel.com

News

Pembatasan Konten Digital Menyebabkan Dampak pada Aktivis dan Publik

Pembatasan Konten Digital Menyebabkan Dampak pada Aktivis dan Publik

Pojoksulsel.com, Makassar, Jumat, 30/10/2026 — Aktivis menyarankan kebebasan berekspresi terhambat oleh pembatasan konten digital saat kerusakan lingkungan karhutla menurunkan jangkauan online.

Pembatasan Konten Digital Menyebabkan Dampak pada Aktivis dan Publik

Sejumlah figur publik, termasuk Wendi Cagur, Tasya Farasya, dan Hesti Purwadinata, melaporkan penurunan jangkauan konten setelah menyuarakan kondisi karhutla.

Tasya Farasya mengungkapkan, ‘jumlah penonton Instagram Story-nya menurun dari sekitar satu juta menjadi sekitar 85 ribu’, kata Tasya Farasya, Jumat, 30/10/2026.

Akun Nalar Rawat melaporkan penghapusan video investigasi tentang dampak polusi karhutla di TikTok.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan, ‘membantah meminta platform mengurangi atau menghapus konten karhutla dan meminta transparansi algoritma’, kata Kementerian Komunikasi dan Digital, Jumat, 30/10/2026.

Lemahnya transparansi sistem moderasi dan algoritma platform digital menghambat penyebaran informasi penting.

Masyarakat menghadapi kabut asap, gangguan pernapasan, penurunan aktivitas pendidikan dan ekonomi, serta ancaman keselamatan jiwa.

Jika informasi dan kritik sulit disebarluarkan, pengawasan publik menurun dan fakta menjadi semakin terhambat.

Pesquisa struktural dalam kapitalisme menempatkan keuntungan ekonomi di atas kelestarian alam, sehingga hutan dan lahan diperlakukan sebagai komoditas.

Ruang digital yang dikontrol platform dengan algoritma tidak transparan berpotensi membatasi penyebaran fakta penting.

Islam mengajarkan kepemimpinan raa’in yang bertanggung jawab melindungi rakyat dan lingkungan, serta mengizinkan amar makruf nahi mungkar untuk mengoreksi kebijakan yang merugikan umat.

Rasulullah Nabi bersabda, ‘Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya’, kata Rasulullah Nabi, Jumat, 30/10/2026.

Sehingga suara aktivis dan masyarakat yang menyampaikan fakta seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan ancaman.

Keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan perlu diprioritaskan di atas kepentingan ekonomi.

Implementasi aturan kehidupan dari Allah Swt secara menyeluruh menjadi solusi mendasar untuk mengatasi krisis karhutla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup
Exit mobile version