Pojoksulsel.com

Update Kabar Hits Sulsel, Langsung di Pojoksulsel.com

News

Psikolog UNM Ungkap Penyebab Remaja Terjerumus Geng Motor di Makassar: Lingkungan dan Media Sosial Jadi Faktor Utama

Psikolog UNM Ungkap Penyebab Remaja Terjerumus Geng Motor di Makassar: Lingkungan dan Media Sosial Jadi Faktor Utama

Pojoksulsel.com, Makassar, Sabtu, May 23, 2026 — Fenomena meningkatnya kriminalitas yang melibatkan anak dan remaja di Kota Makassar menjadi perhatian serius. Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Novita Maulidya Jalal, mengidentifikasi sejumlah faktor yang menyebabkan anak dan remaja mudah terpapar perilaku negatif seperti geng motor, tawuran, dan balap liar.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Novita Maulidya Jalal, mengungkap faktor lingkungan dan media sosial sebagai pemicu utama remaja terjerumus geng motor dan kriminalitas di Makassar pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ia menekankan pentingnya pendekatan emosional dan bimbingan orang dewasa. “Dalam pandangan mereka, baik-buruk itu dari apa yang dia lihat dari lingkungan,” kata Novita.

Faktor Lingkungan dan Media Sosial

Menurut Novita, dalam psikologi perkembangan, anak di bawah umur dibagi menjadi dua kategori yaitu usia di bawah 12 tahun dan remaja usia 12 hingga 21 tahun. Pada anak-anak, standar moral dibentuk dari apa yang mereka lihat di lingkungan sekitar, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga media sosial. “Dalam pandangan mereka, baik-buruk itu dari apa yang dia lihat dari lingkungan, orangtua, masyarakat dekat tempat ia tinggal, juga lingkungan media sosial. Nah seringnya terpapar ini membuatnya merasa itu standar moral,” kata Novita Maulidya Jalal, Dosen Fakultas Psikologi UNM, Sabtu, May 23, 2026.

Sementara pada usia remaja, mereka sudah memahami konsep baik dan buruk. Namun, karena fase perkembangan psikologis yang masih labil, mereka sering kali lebih mengikuti standar yang dibentuk dirinya sendiri dibanding norma masyarakat. Novita mencontohkan perilaku seperti balap liar dan tawuran yang bagi sebagian remaja dianggap sebagai bentuk eksplorasi diri dan pencarian jati diri. “Bagi remaja itu mengeksplorasi mengenai dunianya dan dirinya. Makanya butuh dipahamkan. Mereka butuh dijelaskan dan dicontohkan, tidak hanya menyalahkan yang buruk tetapi juga fokus memberikan yang baik seperti apa,” jelasnya.

Pendekatan Emosional Kunci Pencegahan

Novita menilai pendekatan emosional menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah remaja terjerumus ke perilaku negatif. Orang dewasa harus lebih dulu menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita dan menyampaikan keluh kesahnya. “Kita beri kedekatan emosional ketika mereka merasa dihargai, diwadahi rasa ingin tahunya tentang dunia dan dirinya maka terjadi interaksi dua arah. Mereka akan lebih percaya terhadap orang dewasa,” kata Novita Maulidya Jalal, Dosen Fakultas Psikologi UNM, Sabtu, May 23, 2026.

Kesimpulannya, fenomena kriminalitas remaja di Makassar memerlukan kerja sama antara orangtua, lingkungan, sistem pendidikan, dan aparat keamanan. Pendekatan yang mengedepankan pemahaman dan kedekatan emosional dinilai lebih efektif daripada sekadar menghukum atau melarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup
Exit mobile version