Rupiah Melemah ke Rp17.780 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen Global
Pojoksulsel.com, Makassar, Senin, 21/09/2026 — Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.780 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, membalikkan penguatan tipis yang tercatat pada pekan sebelumnya.
Penurunan Nilai Tukar Rupiah
Rupiah dibuka turun 0,28 persen ke level Rp17.780 per dolar AS pada perdagangan Senin, 21/09/2026.
Pada perdagangan Jumat sebelumnya, rupiah sempat menguat tipis 0,03 persen di level Rp17.730 per dolar AS. Pergerakan hari ini membalikkan tren kenaikan tersebut.
Sentimen Global Mendorong Pelemahan
Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi sentimen global, terutama kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Data dari Refinitiv menunjukkan rupiah dibuka dalam posisi melemah pada perdagangan pagi ini.
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun naik 5 basis poin menjadi 4,743 persen.
Sementara itu, imbal hasil tenor 10 tahun mencapai 4,996 persen.
Kondisi tersebut membuat aset berbasis dolar tetap menarik bagi para investor.
Ketegangan di Timur Tengah
Konflik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar usai kelompok Houthi mengklaim menyerang sejumlah lokasi sensitif di Riyadh, Arab Saudi.
Kondisi ini menambah ketidakpastian pasar global dan mendorong aliran dana ke aset safe haven berbasis dolar.
Pertemuan Bessent dan He Lifeng di New York
Pasar kini menunggu pertemuan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi kesepakatan menjelang pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping di Washington.
Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Rupiah
Pelemahan rupiah mencerminkan tekanan dari faktor eksternal, baik dari kenaikan imbal hasil obligasi AS maupun ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada hasil pertemuan bilateral AS-China dan perkembangan situasi global.
Pasar akan memantau perkembangan selanjutnya untuk menentukan arah pergerakan nilai tukar rupiah di tengah sentimen global yang masih belum stabil.

Leave a Reply Cancel reply