Zulhas Sebut NTP Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pojoksulsel.com, Makassar, Rabu, 07/10/2026 — Menko Pangan Zulhas menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia mencapai 131 pada September 2026, menurutnya tertinggi sepanjang sejarah.
NTP adalah indikator yang membandingkan harga yang diterima petani dengan harga yang dibayar petani untuk barang dan jasa.
Berdasarkan data BPS, NTP nasional September 2026 tercatat 131,11, naik 1,49 persen dibanding Agustus 2026 yang sebesar 129,19.
Kenaikan ini didorong oleh indeks harga yang diterima petani (It) naik 1,93 persen, lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,44 persen.
Apa Artinya NTP Di Atas 100
NTP di atas 100 berarti indeks harga yang diterima petani lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar.
Namun, angka 131,11 bukan berarti petani mendapatkan keuntungan bersih 31,11 persen.
NTP adalah indeks, bukan ukuran langsung pendapatan bersih rumah tangga petani.
Angka ini hanya menunjukkan daya tukar relatif harga yang diterima petani terhadap harga yang harus mereka bayar.
NTP Naik, Biaya Rumah Tangga Petani Juga Bergerak
Pada September 2026, BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 0,53 persen.
Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Artinya, kenaikan NTP harus dibaca bersama perubahan harga yang harus dibayar rumah tangga petani.
BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional September 2026 sebesar 135,68, naik 1,76 persen dari bulan sebelumnya.
NTUP lebih khusus mengukur daya tukar penerimaan usaha pertanian terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal.
Harga beras di penggilingan juga mengalami kenaikan.
BPS mencatat rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan pada September 2026 sebesar Rp15.185 per kilogram, naik 0,81 persen dari bulan sebelumnya.
Sementara harga beras medium mencapai Rp14.018 per kilogram, naik 0,87 persen.
Kenaikan harga beras ini adalah bagian penting dalam membaca kenaikan NTP.
Klaim “Tertinggi Sejarah” Perlu Konteks
Zulhas menyatakan NTP petani saat ini mencapai 131 dan menyebutnya tertinggi sepanjang sejarah.
“Saya juga alhamdulillah baru ketemu petani, ya, di Konawe Selatan. Alhamdulillah petani kita sekarang dalam sejarah, ya, tertinggi nilai tukarnya. Artinya petani makmur sekarang. Nilai tukarnya 131,” kata Zulhas.
Ia mengaitkan kondisi ini dengan kebijakan sektor pertanian di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Di bawah pimpinan Pak Amran, Andi Amran Sulaiman sebagai Mentan, alhamdulillah petani kita lebih makmur. Sekarang nilai tukarnya 131, tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
Data BPS memang menunjukkan NTP nasional September 2026 berada di angka 131,11.
Namun, klaim angka tersebut sebagai tertinggi sepanjang sejarah perlu ditempatkan dalam konteks seri data NTP yang digunakan.
Data BPS terbaru menunjukkan angka September 2026 merupakan level tertinggi dalam deret NTP nasional 2026 yang tersedia hingga September.
BPS mencatat NTP nasional Agustus 2026 sebesar 129,19 sebelum meningkat menjadi 131,11 pada September.
Kenaikan bulanan tersebut terutama terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani.
NTP 131,11 menunjukkan posisi daya tukar petani yang meningkat pada September.
Tetapi angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh petani mengalami kenaikan kesejahteraan yang sama.
NTP merupakan angka agregat nasional yang mencakup berbagai subsektor pertanian.
Sebagai indikator daya tukar, NTP bukan ukuran langsung pendapatan bersih setiap rumah tangga petani.
- 1. NTP nasional September 2026 mencapai 131,11, naik dari 129,19 pada Agustus 2026.<br /> 2. Kenaikan didorong oleh harga yang diterima petani naik lebih cepat dibanding harga yang dibayar.<br /> 3. NTP di atas 100 artinya harga diterima petani lebih tinggi, bukan berarti keuntungan bersih naik 31%.<br /> 4. IKRT juga naik 0,53%, termasuk pada kelompok makanan.<br /> 5. Harga beras premium naik 0,81% dan beras medium naik 0,87% per kilogram.<br /> 6. NTUP nasional September 2026 sebesar 135,68, naik 1,76% dari bulan sebelumnya.<br /> 7. Klaim NTP tertinggi sepanjang sejarah perlu dikontekstualisasikan dengan data BPS yang tersedia.
NTP yang tinggi memberi sinyal positif tentang daya beli petani.
Namun, kesejahteraan nyata tetap bergantung pada berbagai faktor lokal dan kondisi rumah tangga masing-masing petani.
Kajian mendalam dan pendekatan yang inklusif diperlukan untuk memastikan kebijakan pertanian memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh petani.
[Tanggal publikasi: Rabu, 07/10/2026]




