IPCM Sukses Layani Sandar Perdana Kapal Berukuran Panamax di Pelabuhan Patimban
Pojoksulsel.com, Jakarta, Kamis, 06/08/2026 — PT Jasa Armada Indonesia Tbk atau IPCM berhasil melayani sandar perdana kapal peti kemas berukuran Panamax, MSC BREMERHAVEN V, di Pelabuhan Patimban.
Kapabilitas Operasional IPCM
Kapal MSC BREMERHAVEN V memiliki panjang 295 meter Length Overall.
Proses pemanduan dan penundaan kapal tersebut melibatkan empat kapal tunda.
Empat armada yang dikerahkan meliputi KT Jayakarta 2, KT Teluk Jakarta 208, KT BVS 208, dan KT Abimanyu V.
Pelayanan ini berjalan sesuai standar keselamatan pelayaran yang berlaku.
Dukungan Terhadap Logistik Nasional
Keberhasilan ini membuktikan kesiapan IPCM dalam mendukung pengembangan ekosistem logistik nasional di pelabuhan strategis.
"Keberhasilan pelayanan kapal Panamax MSC BREMERHAVEN V menunjukkan kesiapan operasional IPCM dalam mendukung pelabuhan yang semakin berkembang sebagai salah satu simpul logistik nasional," kata Shanti Puruhita, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Kamis, 06/08/2026.
"Dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan profesionalisme, kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan pemanduan dan penundaan yang memenuhi standar internasional serta mendukung kelancaran arus logistik nasional," tambahnya, Kamis, 06/08/2026.
Proyeksi Pertumbuhan Pelabuhan Patimban
Kedatangan kapal tersebut menandai momentum penting bagi Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan internasional.
Pelabuhan ini diproyeksikan melayani kunjungan mingguan kapal peti kemas dari ukuran Handymax hingga Panamax.
Frekuensi kunjungan diperkirakan mencapai tiga hingga empat kali setiap bulan.
Meningkatnya aktivitas pelayaran internasional ini membuka peluang pertumbuhan layanan pemanduan dan penundaan kapal.
Komitmen Berkelanjutan Perusahaan
Sebagai bagian dari Pelindo Group, IPCM berkomitmen untuk terus memperkuat kapabilitas operasionalnya.
Penguatan ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan keandalan armada.
Perseroan optimis peningkatan aktivitas maritim ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis.
Langkah tersebut sekaligus bertujuan untuk memperkuat daya saing logistik maritim Indonesia di tingkat global.




