Jadwal Musda Golkar Sulsel Mandek, 21 DPD II Mulai Gelisah: ‘Ketidakpastian Bisa Fragmen Partai’
Pojoksulsel.com, Makassar, Jumat, 15/05/2026 — Ketidakpastian jadwal Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel memicu kekhawatiran di kalangan pengurus DPD II. Sejumlah daerah melaporkan masa kepengurusan mereka akan segera habis, sementara belum ada kepastian dari tingkat provinsi.
DPD I Golkar Sulsel belum juga mengumumkan jadwal Musda XI hingga Jumat, 15/05/2026. Sebanyak 21 DPD II kabupaten/kota dilaporkan mulai gelisah karena masa kepengurusan sejumlah daerah segera berakhir. “Semakin lama ketidakpastian, semakin besar risiko fragmentasi politik di tubuh Golkar,” kata Pengamat Politik Muhammad Asratillah, Jumat, 15/05/2026.
Kegelisahan DPD II Mulai Meluas
Pengamat Politik Muhammad Asratillah menilai pernyataan Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batubara yang mengeluhkan ketidakjelasan jadwal Musda merupakan gambaran kegelisahan yang mulai meluas. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya soal kapan Musda digelar, tetapi juga menyangkut legitimasi dan stabilitas organisasi.
“Jika masa kepengurusan di beberapa DPD II berakhir sebelum Musda terlaksana, maka akan muncul kekosongan struktural yang bisa memicu polemik baru di internal partai,” ujar Asratillah, Jumat, 15/05/2026. Ia menambahkan, DPD II memegang peran penting sebagai pemilik suara dalam Musda. Jika masa jabatan habis, maka muncul kemungkinan penunjukan pelaksana tugas oleh provinsi atau pusat. “Di titik inilah persoalan menjadi sensitif, karena perubahan struktur kepengurusan berpotensi mengubah peta dukungan politik menjelang pemilihan ketua,” jelasnya.
Asratillah juga menilai bahwa penundaan Musda bisa dibaca sebagai strategi politik. “Dalam politik partai, waktu sering kali menjadi instrumen kekuasaan. Penundaan bukan lagi sekadar persoalan teknis,” tambahnya. Menurutnya, figur Munafri Arifuddin (Appi) paling diuntungkan jika Musda digelar lebih cepat karena dukungan mayoritas DPD II. Namun rivalitas dengan IAS dan Andi Ina masih sangat terbuka.
DPD II Desak Kepastian, Masa Jabatan Beberapa Daerah Segera Habis
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batubara menegaskan bahwa 21 DPD II kabupaten/kota masih solid mengusung Munafri Arifuddin sebagai calon ketua Golkar Sulsel pada Musda mendatang. “Tetap solid 21 DPD II untuk Appi,” katanya, Jumat, 15/05/2026.
Victor berharap Musda dapat digelar paling tidak sebelum Idul Adha untuk menghindari habisnya masa kepengurusan sejumlah DPD II. “Rencananya memang sebelum Idul Adha,” ungkapnya. Ia khawatir jika ada kepengurusan yang mendukung Appi kemudian diganti karena habis masa periode, maka pelaksana tugas yang baru belum tentu memberikan dukungan ke calon yang sama. “Kalau itu yang dilakukan maka kejadian Musda yang lalu akan terulang dan itu berarti beringin rindang di Sulsel semakin terpuruk,” ucap Victor. Ia memperkirakan ada dua hingga empat DPD II yang masa kepengurusannya segera berakhir, termasuk DPD II Bantaeng (Juni) dan DPD II Makassar (akhir April).
Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI DPD I Golkar Sulsel, Lukman B Kady mengaku akan mengecek data terkait jumlah DPD II yang habis masa pengurusannya. “Saya cek dulu ya,” singkat Lukman, Jumat, 15/05/2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian jadwal Musda dari tingkat provinsi. Para pengamat menilai situasi ini perlu segera diatasi agar tidak terjadi ketegangan berkepanjangan dan fragmentasi politik di tubuh Partai Golkar Sulsel.

Leave a Reply Cancel reply