Komika Herul Syam Disomasi Ballak Inklusi soal Video Parodi Juru Bahasa Isyarat

Komika Herul Syam Disomasi Ballak Inklusi soal Video Parodi Juru Bahasa Isyarat

Pojoksulsel.com, Makassar, Sabtu, 31/10/2026 — Komika asal Bone Herul Syam disomasi organisasi advokasi disabilitas Ballak Inklusi setelah mengunggah video parodi juru bahasa isyarat di Instagram.

Ballak Inklusi Kirim Somasi ke Herul Syam

Somasi dilayangkan pada Jumat oleh Ballak Inklusi.

Organisasi menilai konten video Reel berdurasi 11 detik tersebut merendahkan martabat komunitas Tuli dan profesi Juru Bahasa Isyarat.

Video menampilkan Herul berpura-pura menjadi penerjemah bahasa isyarat sambil meniru gerakan tangan dan tubuh yang tidak sesuai kaidah.

Bagian layar lain menampilkan Presiden Prabowo Subianto yang mengalami keseleo lidah saat mengucapkan kata kekompakan.

Keterangan video bertuliskan POV Penerjemah Bahasa Isyarat Pemula.

Ballak Inklusi menyatakan konten itu bukan komedi melainkan pelanggaran hak martabat komunitas Tuli dan profesi JBI.

Pernyataan itu tertulis dalam dokumen somasi yang diterima Pojoksulsel.com Sabtu, 31/10/2026.

Tiga Tuntutan Utama

Ballak Inklusi menyampaikan tiga tuntutan kepada Herul Syam.

Pertama menghapus permanen video parodi dari seluruh platform media sosial miliknya.

Kedua menyampaikan permintaan maaf secara terbuka tulus dan tanpa syarat kepada komunitas Tuli serta Ikatan Juru Bahasa Isyarat Indonesia.

Ketiga memberikan klarifikasi kepada publik bahwa gerakan bahasa isyarat dalam video tidak akurat dan merendahkan profesi JBI.

Tenggat waktu pemenuhan tuntutan adalah 3 kali 24 jam.

Ballak Inklusi menyatakan siap menempuh jalur hukum pidana dan perdata jika tidak ada iktikad baik.

Dasar hukum yang dirujuk meliputi UU ITE dan peraturan perlindungan penyandang disabilitas.

Penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum tetap memerlukan proses pemeriksaan sesuai ketentuan berlaku.

Dinilai Memperkuat Stigma Komunitas Tuli

Protes juga datang dari Andi Kasri Unru yang akrab disapa Akas.

Ia adalah warga Tuli asal Makassar serta pendiri Indonesian Deaf Hard of Hearing Law and Advocacy.

Akas menilai parodi semacam itu berpotensi memperkuat stigma terhadap komunitas Tuli.

Penggambaran bahasa isyarat melalui gerakan tidak sesuai dapat membuat masyarakat menganggap bahasa tersebut sekadar gerangan tangan tanpa aturan.

Padahal bahasa isyarat memiliki sistem linguistik untuk menyampaikan pesan dan membangun komunikasi.

Profesi JBI berperan penting membantu warga Tuli mengakses informasi dan berpartisipasi di ruang publik.

Representasi keliru dikhawatirkan berdampak lebih jauh dari perdebatan media sosial.

Konten itu dapat memperkuat prasangka dan mempersulit penanganan diskriminasi yang dihadapi komunitas Tuli.

Persoalan ini berkaitan dengan hak representasi bermartabat di ruang publik bagi penyandang disabilitas.

Kebebasan berekspresi perlu mempertimbangkan dampak terhadap kelompok yang menghadapi hambatan akses.

Nilai Siri’ na Pacce Jadi Landasan

Ballak Inklusi mengangkat nilai budaya Bugis Makassar yakni Siri’ na Pacce dalam somasinya.

Filosofi itu berkaitan dengan harga diri kehormatan empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

Organisasi mengingatkan ketidaktahuan bahasa isyarat tidak boleh jadi alasan membuat konten melecehkan komunitas penggunanya.

Ketidaktahuan Bahasa Isyarat bukan pembenaran untuk melecehkan kata Ballak Inklusi dalam dokumen somasi Sabtu, 31/10/2026.

Mereka menolak narasi bahwa ini cuma canda.

Ballak Inklusi menyoroti dampak berupa trauma pengulangan stigma hingga pengabaian hak akses informasi.

Kasus ini memunculkan perdebatan batas komedi saat materi berkaitan identitas kelompok rentan.

Parodi mungkin dibuat untuk menghibur tetapi cara penggambaran kelompok memengaruhi pemahaman dan perlakuan masyarakat.

Kreator konten memiliki ruang kritik dan humor namun pemahaman konteks penting agar lelucon tidak memperkuat diskriminasi.

Belum Ada Tanggapan dari Herul Syam

Hingga berita ini disusun pada Sabtu 31/10/2026 belum terdapat tanggapan resmi atau klarifikasi dari Herul Syam.

Belum diketahui apakah seluruh tuntutan Ballak Inklusi akan dipenuhi dalam tenggat waktu yang diberikan.

Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah persoalan ini diselesaikan melalui komunikasi atau berlanjut ke proses hukum.

Bagi komunitas Tuli tuntutan tersebut bukan semata soal penghapusan satu video.

Persoalan lebih besar adalah penghormatan terhadap bahasa isyarat profesi JBI serta hak penyandang disabilitas untuk tidak dijadikan sasaran representasi merendahkan martabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup