LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp di Enrekang, 10 Santri Tuntaskan Hafalan Juz 30
Sulseltimes.com, Enrekang, Selasa, 22/09/2026 — LAZ Hadji Kalla menggelar Tahfidz Camp di Desa Mundan, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, bagi 66 santri.
Dari kegiatan yang berlangsung selama satu tahun, 10 santri berhasil menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30, sementara lima santri lain menjadi target pada kesempatan berikutnya.
Pembinaan Hafalan dan Karakter Santi
Tahfidz Camp merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap bulan selama dua hari di lingkungan desa maupun beberapa tempat wisata di Kabupaten Enrekang.
Para santri membawa tenda dan perlengkapan masing-masing untuk membangun kemandirian, kebersamaan, serta semangat belajar dalam suasana dekat dengan alam.
Agenda kegiatan meliputi tasmi’ atau sima’an hafalan Juz 30, materi adab dan akhlak, tajwid, praktik wudhu dan salat, serta ice breaking untuk memperkuat kekompakan peserta.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi wadah bagi santri untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an. Tasmi’ atau sima’an dilakukan di hadapan para santri dan orang tua yang sempat hadir, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak dalam menjaga dan menyelesaikan hafalannya,” kata Ustaz Saenal Wahid, Dai Desa Bangkit Sejahtera LAZ Hadji Kalla, Selasa, 22/09/2026.
Lima Santri Targetkan Menuntaskan Hafalan
Tahfidz Camp diikuti 66 santri, dengan 10 peserta telah menyelesaikan sima’an hafalan Juz 30.
Lima santri lain menjadi target untuk menyelesaikan hafalan tersebut pada kesempatan berikutnya.
Santri yang telah menyelesaikan hafalan diberikan momen simbolis berupa pemasangan mahkota kepada orang tua sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan anak dan dukungan orang tua dalam proses pendidikan.
Program Berkelanjutan untuk Generasi Qur’ani
Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Muh. Syafei Karsali, menjelaskan bahwa pembinaan Al-Qur’an di desa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak memperoleh ruang belajar yang terarah dan menyenangkan.
“Melalui program ini, santri diharapkan tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh dengan adab, akhlak, dan pemahaman ibadah yang baik sehingga dapat menjadi generasi Qur’ani yang memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan desa, dan masyarakat luas,” kata Muh. Syafei Karsali, Program Officer Islamic Care LAZ Hadji Kalla, Selasa, 22/09/2026.
Orang tua santri, Jasman, mengatakan bahwa sebelum kegiatan ini berjalan, belum ada anak di Desa Mundan yang menghafal Juz 30.
Setelah pembinaan berlangsung, 10 santri dinyatakan selesai melakukan sima’an satu juz sekali duduk.
Jasman juga menyampaikan bahwa salah satu santri berhasil menjadi juara satu pada lomba MTQ tingkat Tanah Toraja dan mewakili daerah tersebut pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros.
Penguatan Karakter di Desa Mundan
Tahfidz Camp menjadi salah satu wujud komitmen LAZ Hadji Kalla dalam memperkuat pendidikan keislaman berbasis desa.
Penguatan hafalan, ibadah, adab, dan akhlak diharapkan terus berjalan sebagai fondasi pembentukan generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.




