Milad ke-28 IJTI Sulselbar Bahas Masa Depan Jurnalis di Tengah Disrupsi Digital
Pojoksulsel.com, Makassar, Sabtu, 08/08/2026 — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggelar diskusi publik mengenai krisis ekosistem pers dan perlindungan jurnalis di Universitas Muslim Indonesia Makassar.
Diskusi Publik dan Perayaan Milad
Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 08/08/2026 — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggelar diskusi publik bertajuk Beyond Journalism Go To Campus.
Kegiatan ini berlangsung di Taman Firdaus, Universitas Muslim Indonesia, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Forum tersebut mengangkat tema Krisis Ekosistem Pers Diera Dirupsi Digital: Perlindungan Jurnalis dan Regulasi yang Berkeadilan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-28 organisasi tersebut.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara dalam acara ini.
Mereka adalah anggota Komisi I DPR RI Syamsul Rizal dan anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo.
Asisten Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Andi Surahmi Batara, juga hadir sebagai pembicara.
Diskusi ini dipandu oleh moderator Firda Jumardi.
Sementara itu, Atri S.A bertindak sebagai pembawa acara dalam forum tersebut.
Keresahan Industri Pers dan Tantangan Jurnalis
Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 08/08/2026 — Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengurus Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Andi Muhammad Sardi, menyatakan bahwa forum ini membahas persoalan serius yang dihadapi dunia jurnalistik.
Jurnalisme sedang berubah dan industri pers berada di bawah tekanan.
“Malam ini kita tidak hanya berkumpul untuk merayakan Milad ke-28 IJTI, kita berkumpul karena ada sesuatu yang sedang kita rasakan bersama, jurnalisme sedang berubah, industri pers sedang tertekan, dan jurnalis berada di tengah-tengah perubahan itu,” kata Andi Muhammad Sardi, Sabtu, 08/08/2026.
Menurutnya, distribusi informasi telah berpindah secara cepat ke platform digital.
Pergeseran ini berdampak signifikan terhadap pola bisnis media dan belanja iklan.
Tekanan industri tersebut dibarengi dengan tuntutan kerja yang semakin tinggi bagi para jurnalis.
“Di lapangan, persoalannya bahkan lebih nyata, jurnalis harus bekerja 24 jam mengejar peristiwa, berhadapan dengan tekanan, intimidasi, kekerasan, bahkan ancaman kriminalisasi ketika menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Andi Muhammad Sardi, Sabtu, 08/08/2026.
Ia menegaskan pentingnya menjaga independensi jurnalisme di tengah tekanan ekonomi perusahaan pers.
Regulasi yang berkeadilan dan kepastian hukum juga dinilai krusial untuk melindungi kebebasan pers.
Pemilihan kampus sebagai lokasi kegiatan bertujuan melibatkan akademisi dan mahasiswa dalam menjaga ruang publik yang sehat.
Kepercayaan Publik dan Kebutuhan Negara
Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 08/08/2026 — Asisten Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia, Andi Surahmi Batara, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan diskusi tersebut.
Ia memaparkan data terkait tingkat kepercayaan publik terhadap media dan profesi jurnalis.
“Ini catatan bagi kita semua bahwa kepercayaan publik di Indonesia itu di 36 persen, kemudian data dari Litbang Kompas menunjukkan kepercayaan publik pada berita atau media arus utama yaitu di angka 48 persen, kemudian khusus dari profesi jurnalis itu agak tinggi, berada di angka 51 persen,” tutur Andi Surahmi Batara, Sabtu, 08/08/2026.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan hukum bagi insan pers.
Selain itu, ia menilai profesi jurnalis sudah selayaknya mendapatkan perhatian dalam hal kesejahteraan dan tunjangan profesi.
“Kalau dianggap sebagai profesi, di mana tunjangan profesinya seperti profesi-profesi yang lain, saya kira data yang saya sampaikan ini yang menganggap profesi kita jurnalis, maka itu menjadi upaya penting dalam kebijakan pemerintah kedepannya dalam memastikan perlindungan hukum kekerasan pada insan pers,” kata Andi Surahmi Batara, Sabtu, 08/08/2026.




