Sampah Tak Diangkut Sepekan, Warga Bonto-Bontoa Gowa Blokade Jalan
Pojoksulsel.com, Makassar, Rabu, 23/09/2026 — Sejumlah warga Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, memblokade Jalan Basoi Daeng Bunga dengan tumpukan sampah sebagai protes atas tidak diangkutnya sampah rumah tangga selama tujuh hari.
Blokade Jalan Basoi Daeng Bunga
Aksi protes dilakukan warga setelah tumpukan sampah rumah tangga di kawasan pemukiman tidak diangkut selama seminggu. Tumpukan sampah yang terus bertambah mulai menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Salah seorang warga, Daeng Gassing, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan tanpa adanya pengangkutan. “Sampah di depan rumah sudah seminggu tidak diangkut. Bau busuknya sangat mengganggu,” kata Daeng Gassing.
Warga menyebut persoalan semakin parah karena sejumlah orang dari luar wilayah juga kerap membuang sampah di lokasi tersebut. Akibatnya, volume sampah terus bertambah. Di sisi lain, warga mempertanyakan pengangkutan sampah yang disebut tetap berjalan di sejumlah titik lain di Kecamatan Somba Opu.
Mediasi dengan Aparat Setempat
Situasi di lokasi sempat memanas ketika Lurah Bonto-Bontoa bersama Ketua RT mendatangi warga dan meminta tumpukan sampah yang digunakan untuk menutup jalan disingkirkan. Adu mulut sempat terjadi antara warga dengan aparat pemerintah setempat karena masyarakat meminta kepastian terkait waktu pengangkutan sampah.
Lurah Bonto-Bontoa, Azis, mengatakan pihaknya memahami kekecewaan masyarakat atas keterlambatan pengangkutan sampah. Ia meminta warga membuka sebagian badan jalan agar akses kendaraan tetap dapat dilalui sembari pemerintah mengupayakan pengangkutan sampah. “Kami memahami kekecewaan warga. Kami minta separuh jalan dibuka dulu agar bisa dilalui, dan kami upayakan pengangkutan sampah selesai besok pagi,” kata Azis.
Ketegangan kemudian mereda setelah anggota DPRD setempat bersama Camat Somba Opu turun ke lokasi dan melakukan mediasi dengan warga. Dalam mediasi tersebut, warga akhirnya bersedia membuka sebagian akses jalan. Namun, mereka meminta seluruh tumpukan sampah di kawasan tersebut segera diangkut pada keesokan harinya.
Warga berharap persoalan pengangkutan sampah tidak kembali berulang karena berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan, kenyamanan, serta aktivitas masyarakat.




