Pojoksulsel.com

Update Kabar Hits Sulsel, Langsung di Pojoksulsel.com

News

Pelni Makassar Terapkan Verifikasi Tiga Lapis Jaga Keselamatan Penumpang

Pelni Makassar Terapkan Verifikasi Tiga Lapis Jaga Keselamatan Penumpang

PELNI Kembangkan Budaya Keselamatan melalui Fleet Safety Excellence Award 2026

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI (Persero) menyelenggarakan Fleet Safety Excellence Award 2026 sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada perusahaan.

Program ini ditujukan bagi kapal dan awak kapal PELNI, mencakup kapal penumpang, kapal perintis, kapal barang, kapal ternak, dan kapal rede. Aspek penilaian meliputi pelaksanaan emergency response dan safety drill, kepemimpinan keselamatan, pelaporan hazard dan near miss, serta kinerja keselamatan keseluruhan armada.

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional. “Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional PELNI. Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal,” ujar Ditto, Rabu, 23/09/2026.

Program ini menyasar 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 9 kapal barang, 1 kapal ternak, dan 17 kapal rede. Peserta tidak hanya kapal sebagai unit operasional, tetapi juga Nakhoda, perwira, serta seluruh awak kapal yang berperan dalam penerapan keselamatan dan pengendalian risiko.

Verifikasi Tiga Lapis Diterapkan di Cabang Makassar

Kepala Cabang PELNI Makassar Ridwan Mandaliko menyampaikan bahwa kesesuaian manifest merupakan fondasi keselamatan pelayaran, bukan sekadar kelengkapan administrasi. “Manifest adalah data yang menentukan keselamatan setiap orang di atas kapal. Jumlah penumpang harus sama dengan yang tercatat, dan tidak boleh melebihi kapasitas kapal,” ujar Ridwan, Rabu, 23/09/2026.

Untuk menjaga akurasi data, PELNI Cabang Makassar menerapkan verifikasi tiga lapis kepada setiap penumpang. Lapisan pertama adalah pencocokan tiket dengan identitas diri. Lapisan kedua adalah pemeriksaan melalui autogate di pelabuhan. Lapisan ketiga adalah pemeriksaan ulang oleh petugas saat penumpang naik ke kapal.

Selain itu, dilakukan sweeping di atas kapal sebelum keberangkatan. Penumpang yang tidak memiliki tiket akan diturunkan atau diarahkan membeli tiket apabila kuota masih tersedia. PELNI Cabang Makassar juga memperkuat koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Makassar serta PT Pelindo melalui sinkronisasi data manifest dari tiga sumber, yakni badan usaha pelabuhan, perusahaan pelayaran, dan KSOP.

Seluruh orang yang berada di atas kapal, termasuk keluarga awak kapal yang ikut berlayar, wajib tercatat dalam manifest. “Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab bersama. Kami bersinergi dengan KSOP dan Pelindo mulai dari penumpang memasuki pelabuhan hingga kapal lepas sandar,” lanjut Ridwan.

Kesiapan Alat Keselamatan dan Latihan Darurat

Kapal-kapal PELNI telah dilengkapi berbagai alat keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku. Pada kapal penumpang tersedia 216 lifeboat dengan kapasitas 24.491 orang, 1.468 life-raft dengan kapasitas 36.700 orang, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy, serta 25 Marine Evacuation System. Total kapasitas lifeboat dan life-raft pada kapal penumpang mencapai 61.191 orang.

Pada kapal perintis tersedia 84 lifeboat dengan kapasitas 4.438 orang, 600 life-raft dengan kapasitas 15.000 orang, 16.253 life-jacket, dan 310 life-buoy. Total kapasitas lifeboat dan life-raft pada kapal perintis mencapai 19.438 orang. Seluruh alat keselamatan tersebut diperiksa secara berkala oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Jumlah alat keselamatan telah disesuaikan dengan ketentuan keselamatan yang berlaku, termasuk pemenuhan kapasitas alat keselamatan sebesar 125 persen dari kapasitas maksimal kapal. Ridwan menegaskan bahwa ketersediaan alat keselamatan tersebut hanya efektif apabila jumlah penumpang berada dalam batas kapasitas yang telah ditetapkan.

“Alat keselamatan dihitung berdasarkan kapasitas resmi kapal. Jika penumpang melebihi manifest, perlindungan yang tersedia tidak lagi mencukupi. Itulah alasan kami bersikap tegas terhadap penumpang tanpa tiket,” tegas Ridwan.

Ridwan juga berkoordinasi langsung dengan Nakhoda dan awak kapal penumpang, kapal perintis, serta kapal tol laut yang singgah di Pelabuhan Makassar untuk melaksanakan latihan keadaan darurat secara berkala. Latihan tersebut mencakup pengendalian keadaan darurat, pemadaman kebakaran, serta pertolongan dan evakuasi penumpang.

“Keselamatan tidak cukup dijamin dengan peralatan. Awak kapal harus terlatih dan tahu persis perannya ketika terjadi keadaan darurat. Karena itu kami mendorong setiap kapal yang singgah di Makassar untuk rutin melaksanakan drill,” ujar Ridwan.

Imbauan kepada Masyarakat

PELNI Cabang Makassar mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi PELNI, membawa identitas diri yang sesuai dengan data pada tiket, datang lebih awal ke pelabuhan agar proses verifikasi berjalan lancar, serta mematuhi arahan petugas selama proses naik dan turun kapal.

Ditto menambahkan apresiasi melalui Fleet Safety Excellence Award diharapkan dapat mendorong setiap kapal untuk terus melakukan perbaikan dan mengembangkan praktik keselamatan dalam kegiatan operasional sehari-hari. “Yang kami harapkan bukan hanya munculnya kapal-kapal dengan kinerja keselamatan yang baik, tetapi terbentuknya kebiasaan dan budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten di seluruh armada,” ujar Ditto, Rabu, 23/09/2026.

PELNI terus berkomitmen menjalankan operasional pelayaran dengan mengedepankan keselamatan kapal, awak kapal, penumpang, muatan, dan lingkungan maritim. Penguatan sistem, kepatuhan terhadap prosedur, kesiapsiagaan, serta keterlibatan aktif seluruh awak kapal menjadi bagian dari upaya PELNI menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tutup
Exit mobile version