Relawan dan Aktivis Makassar Gelar Aksi Berisik Desak Pembebasan Sembilan WNI yang Disandera Israel
Pojoksulsel.com, Makassar, Jumat, May 23, 2026 — Puluhan aktivis dan relawan menggelar aksi solidaritas di bahu Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat. Mereka menuntut pembebasan sembilan WNI yang disandera oleh zionis Israel saat menjalani misi kemanusiaan ke Palestina.
Sejumlah relawan dan aktivis menggelar aksi solidaritas di Jalan AP Pettarani, Makassar, Jumat, May 22, 2026. Mereka mendesak pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia yang disandera oleh Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza. “Biar pemerintah juga bisa melihat,” kata Amir, penggerak aksi.
Desakan dari Jalanan untuk Pemerintah
Para peserta aksi membawa spanduk, petaka, dan pamflet berisi dukungan serta doa bagi para relawan yang ditahan. Salah satu pamflet bertuliskan: “Mohon doa terbaik untuk keselamatan Andi Angga Prasadewa, para WNI dan seluruh aktivis kemanusiaan yang berada dalam misi Global Sumud Flotilla.”
Amir, penggerak aksi solidaritas, mengatakan bahwa gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat peduli. “Sebagai masyarakat umum juga, kali ini kita mengajak kepada masyarakat juga untuk sama-sama peduli, bersuara dari akar rumput,” kata Amir, Jumat, May 22, 2026. Ia menambahkan, aksi ini dilakukan agar pemerintah lebih serius menangani kasus penyanderaan tersebut.
Gerakan Berisik dari Pinggir Jalan
Amir menyebut aksi ini sebagai “gerakan berisik” karena masyarakat kecil hanya mampu menyampaikan aspirasi dari jalanan. “Ya ini pokoknya kita bersuara dari bawah, kami berharap pemerintah bersuara lebih tegas, dan kami juga dari masyarakat bawah hanya bisa berisik seperti ini, menyorakan dari pinggir-pinggir jalan,” jelasnya.
Ia juga menanggapi informasi dugaan penyiksaan terhadap relawan yang ditahan. Pihaknya menerima kabar tersebut, namun belum mendapatkan identitas korban secara jelas. “Namanya juga belum ada ya siapa-siapa yang dapat sisaan, kami juga tahu risiko itu akan pasti ada ya, karena kita memasuki bahaya konflik dan yang menahan adalah Israel yang secara kelakuannya, sudah kita tahu bersama,” tutur Amir.
Data dari Global Peace Convoy Indonesia
Berdasarkan data Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina yang disandera Israel di perairan Mediterania. Kesembilan WNI tersebut adalah Andi Angga Prasadewa asal Makassar, Bambang Noroyono alias Abeng, Thoudy Badai Rifan Billah, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Amir berharap aksi solidaritas ini mampu menggugah pihak berwenang untuk segera mengambil langkah tegas membebaskan para relawan. Ia juga terus memberikan dukungan moril kepada keluarga para relawan agar tetap kuat menunggu kepastian.

Leave a Reply Cancel reply